5 langkah melupakan amarah


Wahhh sudah bulan Agustus yah,..banyak hal yang akan disambut di bulan Agustus ini seperti di daerahku (sulawesi Utara,boltim) akan melaksanakan pemilukada pemilihan Bupati dan wakil Bupati serta Gubernur dan wakil gubernur tepatnya tanggal 3 agustus besok, ulangtahun Republik Indonesia, dan ini nih yang di tunggu-tunggu umat muslim di seluruh penjuru dunia Ramadhan.ahhh senang skali insya Allah tahun isi aku kembali di kasih kesempatan menyicipi nikmatnya bulan suci ramadhan. kesempatan beribadah lebih lagi,juga melatih diri untuk menjadi orang yang sabar,tawakal juga selalu mengingat-Nya.amin amin amin…di bulan suci ramadhan kita juga bisa melatih diri untuk menahan amarah kita, gimana aku gak bahagia menyambut bulan Ramadhan secara aku tuh emosian gampang marah,susah banget minta maaf (eh itu dulu).nah dengan adanya bulan ramadhan kan kita harus bisa menjaga dan menahan diri dari amarah juga penyakit hati lainnya😛 supaya puasa kita khusyu’ hehehe dah kek ustadzah ajaaa.temans,gak gampang loh membebaskan diri dari rasa amarah dan dendam🙂 ya gak??? untuk itulah bulan ramadhan adalah bulan yang tepat untuk melatih kita agar terhindar dari penyakit hati.Dengan harapan gak cuma dibulan ramadhan aja kita menahan emosi dan marah serta lainnya, dikehidupan sehari-haripun kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Ngomong-ngomong soal rasa marah,dendam tau gak sih kalo ada penelitian yang menunjukkan kalo sebagian besar penyakit bersumber dari amarah dalam hati. Seperti di tulis di harian Kompas bahwa kecemasan, depresi, kekhawatiran, insomnia, dan penyakit fisik adalah sedikit dari penyakit yang disebabkan faktor amarah tadi. Dengan memaafkan dan mengucap kata maaf, sebenarnya kita sudah mengambil kembali kendali hidup kita. Ditambah lagi bonus positif untuk kesehatan. Salah satunya adalah turunnya tekanan darah.Dalam studi The Stanford-Ireland Hope Project, Frederic Luskin PhD dan Carld Thoresen PhD melakukan penelitian tentang dampak memaafkan. Dalam studi ini dilibatkan 17 pria dan wanita yang anggota keluarganya pernah menjadi korban pembunuhan. Selama beberapa waktu para responden itu diberikan training “memaafkan”.

Setelah satu minggu, 35 persen para responden yang kehilangan pasangan, anak, orangtua, atau saudaranya itu melaporkan penyakit sakit kepalanya berkurang. Demikian juga dengan berbagai penyakit yang terkait stres lainnya. Sementara itu, 20 persen responden mengaku gejala depresinya berkurang.

Banyak orang mengakui, memberikan kata maaf bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ada 5 cara yang bisa kita pakai agar hati lebih tulus memaafkan seperti yang dijabarkan oleh Joan Borysenko PhD, penulis buku Inner Peace for Busy People. yuk kita simak🙂

1. Memahaami maksud dari memaafkan
Pada umumnya orang tak mau memberikan maaf karena mereka merasa hal itu sama saja dengan menyatakan bahwa orang lain tak berbuat salah atau kita berdamai dengan orang yang telah menyakiti hati kita.

Joan Borysenko PhD, psikolog, mengatakan, memaafkan adalah hal tentang melepaskan amarah yang selama ini menyandera Anda. Ini sama artinya dengan menerima Anda salah dan memutuskan untuk membebaskan diri dari hal yang menyakitkan.

2. Duka untuk yang hilang
Agar kita bisa memaafkan dengan tulus, kita harus merasakan kesedihan. Hal itu butuh waktu, tetapi setelah Anda memutuskan untuk melepaskan amarah, hati akan terasa lebih ringan secara bertahap. Pada saatnya, memori pada kejadian di masa lalu akan lebih jarang diingat dan rasanya tak lagi menyakitkan.

3. Jangan menunggu permintaan maaf
Terkadang orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita tak menyadari perbuatannya salah. Atau mungkin juga mereka tak mampu memahami dan berempati. Permintaan maaf dari orang tersebut memang bisa menyembuhkan luka, tetapi memutuskan untuk membuang harapan ada permintaan maaf juga memiliki dampak yang sama.

4. Mencoba memahami alasan
Fakta menunjukkan, perilaku buruk adalah hasil dari emosi yang kurang matang. Ini terbukti dari pelaku kriminalitas yang mayoritas mengalami kekerasan fisik atau psikis pada masa kecilnya. Empati akan membantu kita mengikis rasa marah, bahkan mengubah hidup kita.

5. Sambut yang akan datang
Kehidupan merupakan sebuah sekolah tempat kita belajar banyak hal, termasuk yang menyakitkan. Kita tak bisa menghindarkan diri dari rasa sakit, tetapi kita bisa memilih untuk keluar dari bayang-bayang dendam seumur hidup kita.

Memilih untuk melepaskan dan melanjutkan hidup akan membuat Anda menjadi individu yang baru. Ini akan memberi Anda kedewasaan dan belas kasihan kepada sesama dan juga diri Anda.

(dari artikel Kompas.com)

Nah temans,semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua yah🙂 yukkk sama-sama belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjadi orang yang sabar,mudah memaafkan juga meminta maaf. sukses untuk semua!!!!

~ by wiwin9 on August 2, 2010.

11 Responses to “5 langkah melupakan amarah”

  1. wah info yang bagus sekali Mbak Win, iya nih bukan hanya pas ramadhan aja ya kita harus belajar untuk ikhlas dari rasa sakit jadi gak lagi mengumbar amarah.. makasih ya udah berbagi..🙂

    bener banget gak usah marah-marah lagi😛 … sama-sama Ne…thx kunjungannya

  2. sippppppppppp deh mbak infonya..
    mari jangan marah2 lagi..
    merdeka hehehh

    sipp markosip😀
    yuuukkkkk………merdekaaa!!!

  3. makasi sharenya mbak wing..

    seperti yg pernah aku blg dlm postingan sorry is a magic word..

    sama-sama sis😉

  4. 🙂 pokonya mara mara mara itu ngga perlu deeeh (lagu Project POP)

    Maap-maapin ane ya jeung kalo ada salah-salah… *mumpung mau Ramadhan nih*
    Moga dirimu bahagia selalu disana..
    Met Puasa!

    neneeekkk…(kangeeeenn) sama-sama nek,maapin qt le neh…btw gimana kabarnya?

  5. Terima kasih atas tips yang bagus… di bulan Agustus yang penuh dengan Nuansa Kemerdekaan , kita buka lembaran dengan mulai memerdekakan hati jangan sampai hati terbelenggu, sukses buat wiwin

    sam-sama bli🙂 sukses juga untuk bli

  6. Langkah nomor 3 itu kayanya agak sulit untuk dilakukan kecuali bagi mereka yang benar2 berhati besar. Soalnya kadang suka sebel ngelihat seseorang yang melakukan kesalahan tapi yak menyadarinya.

    hehehehe iya sih,lebih mudah memaafkan kalo gak melihat orang yang membuat salah itu..hihihihi
    semoga kita termasuk dalam orang-orang yang berhati besar

  7. Artikelnya cocok banget buat aku yang termasuk high temper dan sekarang sedang belajar untuk mengendalikan emosi.
    Memaafkan memang tidak mudah. Aku harus meredakan dan menenangkan diri sendiri (karena sampai saat ini tidak ada yang bisa meredakan amarahku). Proses ini bisa memakan waktu sehari semalam. Sesudah itu juga biasanya bisa memaafkan tapi masih sulit untuk melupakan. forgiven not forgotten.

    semoga bermanfaat bang Dje🙂

  8. Amarah dan dendam itu cuman bikin capek hati….😐

    bener banget sop piss aja deh

  9. siph nh Mbak buat orang yg temperament kayak saya,:mrgreen:

    alhamdulillah ini berguna untukmu juga teman-teman semua🙂
    makasih kunjungannya

  10. Yang saya alami 1 minggu kemarin (masih dalam suasana shaum ramadhan), telah terjadi perdebatan yang dianggap lawan bicara hal itu merupakan suatu amarah baginya, namun menurut saya itu merupakan penekanan (bukan marah/amarah) dan berlangsung dalam tempo 10 menit….., dan kurang lebih mnt ke 11 berikutnya suasana menjadi cair malah ujung saling memaafkan….tp apa lacur beliau (lawan bicara) nlp dan beranggapan pada peristiwa itu merasa diserang,…dan di marah-marahin,…pdhl ujung peristiwa itu sudah clear dan saling memaafkan…..,bagaimana tanggapan mbak..hubungannya dengan artikel ini…
    Trims
    Salam kenal…

    hmmm kasih ke beliau tentang tulisan ini,biar bisa memahami arti kata maaf itu sendiri🙂😛 sepertinya “beliau” itu hanya memikirkan apa yang menjadi pendapatnya juga penilaiannya terhadap seseorang,.walaupun akhirnya saling memaafkan tapi beliau belum bisa menerimanya.belajar dari pengalaman sendiri jangan sok tau dengan orang yang sedang menjadi lawan bicara kita hingga kita menilai orang itu,pahami dan mengerti apa tujuan dan maksud dibalik sikap,bicara juga intonasi lawan bicara kita. kira-kira begitu kang…
    salam kenal juga

  11. MMM…. Bagus..
    Mbak tanya ya… ” Gimana kalau ada orang yang tersinggung dengan kata2 kita, padahal kita berusaha untuk menasehatinya, sementara beliau lari dari masalah, dan sejak kejadian itu kita ndak jumpa lg, masalahnya mbak, dalam hati saya ada rasa sesal, kenapa saya harus bersikap seperti itu, dan itu terpikirkan selalu, sementara kita bertetangga, Menurut mbak solusinya gimana y mbak?? Mksh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: