Burung Maleo


Maleo (Macrocephalon maleo)

Siapa yang tidak mengenal burung ini???hmmm sangat mustahil kalo orang sulawesi tidak tahu sama sekali dengan burung Maleo..Burung imut  yang bernama latin  Macrocephalon Maleo merupakan hewan endemik yang hanya bisa dijumpai di pulau sulawesi,  burung yang terkenal dengan anti poligami ini (burung aja bisa anti poligami…) hanya bisa hidup dan bertelur di dekat pantai berpasir panas atau di pegunungan yang memiliki sumber mata air panas atau memiliki energi panas bumi. Bentuk burung ini sedikit lebih besar dari ayam dewasa, mempunyai tonjolan diatas kepalanya (seperti konde (gaya juga ni burung) ) yang katanya (katanya nih) karena tonjolan tersebut maleo bisa mendeteksi keberadaan panas bumi untuk menetaskan telurnya. Di sulawesi daerah Provinsi Gorontalo yang memiliki populasi maleo terbesar tepatnya di Taman Nasional Nani Warta Bone, sejak tahun 2003 sebanyak 3000 ekor burung Maleo dikembalikan ke alam bebas atau habitatnya. Hal ini dinyatakan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) salah satu organisasi lingkungan yang fokus menjaga kelestarian satwa endemik ini.

Burung Maleo adalah satwa khas sulawesi yang hampir punah keberadaannya,selain telurnya acap dimangsa hewan-hewan seperti biawak dan elang, manusia juga turut menjadi predator yang sangat mengancam populasi Maleo serta kebakaran hutan yang disebabkan oleh manusia juga.selain itu juga saat ini populasi dan habitat Maleo terancam dengan adanya alih fungsi hutan di Taman Nasional Nani Warta Bone (TNWB) menjadi hutan produksi,..ckckckckck…..gimana satwa juga hutan di Indonesia bisa terjaga kelestariannya kalo manusia itu sendiri gak menjaganya. Belasann ribu hektar hutan yang ada di kawasan TNWB sudah diputuskan oleh pemerintah setempat menjadi hutan produksi,alih fungsi taman nasional ini di usulkan oleh pemerintah provinsi Gorontalo. Kondisi ini di picu oleh maraknya penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.

Maleo (Macrochepalon Maleo)

maleo

(foto-foto diambil dari sini)

Duhhh kasian satwa endemik ini, keberadaannya semakin lama akan punah jika kondisi seperti ini di biarkan. Buat pemerintah kenapa juga taman nasional di alihfungsikan menjadi hutan produksi, kan masih banyak tuh kawasan lain yang bisa dialihfungsikan. Hanya demi memperoleh pemasukan untuk kas daerah sampai harus membuat satwa juga hutan yang ada di Sulawesi ini terancam punah bahkan akan hilang sama sekali.

~ by wiwin9 on July 30, 2010.

6 Responses to “Burung Maleo”

  1. saya selaku org sulawesi jadi malu, ga tau tentang burung inih😀

    hehehehe di makasar burung ini memang tidak terkenal,tapiiiii kok bisa gak tau sih???hehehehe…skrang udah tau kan abu???😛

  2. Heee saya tidak tahu nich…bagus juga modelnya yach… musti dijaga kelestariannya biar tidak punah🙂

    udah tau kan skrang??😛 iya ini burung imut bli,meski imut liat telurnya besar bo’
    yah sayang banget kalo burung ini harus punah,.

  3. Saya tahu tentang burung Maleo ini dari liputan di TV. Sungguh unik dan patut untuk menjadi perhatian semua pihak karena terancam punah. Ada baiknya mulai sekarang pemerintah concern menangani hal ini.

    iya mas,bener2 butuh perhatian khususnya dari pemerintah😦

  4. mikir sekali kita mo komen karena pasti langsung kena bom atom hiroshima ke dua hahaha

    ok..
    tiap bulan mamsky selalu dpt kiriman telur burung maleo.. kiriman dari Galela Halmahera sono.. asli dapat dari pasir2 pinggir pantai yang kebetulan masih tanah keluarga bukan beli.. kita sih gak suka rasanya karena amis😀
    dosa kang wing karena mungkin jadi slah satu penyebab mulai berkurang ini populasi burung..hehehe

    hahahahaha nah so ngna katu un salah satu yang ja makang depe tlor😛
    dosa sih ndak,cuma sayang ni burung endemik sulawesi lebe lama lebe abis.kalo bukang torang yang di sekitar depe habitat yang mojaga sapa lagi tooo??duhh sokurang samdeng aktifis lingkungan qt ini
    😀

  5. Maleo adalah salah satu nama yang digunakan sebagai nama jalan di kawasan Bintaro Jakarta.

    Dari blog ini baru saya tau bentuk dan rupa Burung Maleo ini.

    Thanks Wiwin9.

    oh iya??aku juga baru tahu kalo di jakarta ada nama jalan maleo..hehehehe
    begitulah bentuknya mas,imut kan???hihihihi
    sama-sama mas adelays

  6. duh,,,kasian sekali kalo mereka sampai punah…
    makasih y mbak udh share d sini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: