Indonesia ranking 4 dunia PERUSAK LINGKUNGAN???


Jumat malam saat lagi asik nonton acara Kick Andy di metro TV (yaa dimana lagi..), sedang terpana, terpukau *menganga* melihat keahlian 3 dewi MURI berumur 13 tahun dalam memainkan beberapa alat musik sekaligus yang menurutku untuk 1 alat musik aja susah banget buat konsentrasi dan diseriusi, serta alunan nada berirama acapelanya Penta boyz, aku tiba-tiba tertegun sekaligus miris membaca tagline newsticker INDONESIA RANKING 4 PERUSAK LINGKUNGAN SETELAH AS, BRAZIL DAN CHINA. suatu peringkat dunia yang sangat tidak membanggakan dan bukan kabar yang menggembirakan, ini artinya kerusakan lingkungan di Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional.

Dari hasil gugling dan membaca info kerusakan hutan dari Boo, Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. Dan Indonesia diumumkan sebagai penebar emisi karbon nomor 3 setelah USA dan china dan dimasukkan dalam buku rekor dunia (Guinnes rekor world) sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia.

Indonesia dianggap negara dengan tingkat kehancuran hutan paling cepat di antara 44 negara yang secara kolektif memiliki 90 persen dari luas hutan di dunia.“Tentu ini sebuah rekor yang patut disayangkan dan memalukan,” kata Hapsoro, juru kampanye hutan Green Peace Asia Tenggara, kepada wartawan di Hotel Millenium Jakarta. Green Peace-lah yang mengirimkan surat resmi ke Guinness World Records tentang kondisi hutan di Indonesia.

Go green

“Ternyata direspons cepat. mereka memberikan konfirmasi dan rekor itu akan muncul dalam buku rekor dunia 2008 yang diluncurkan September 2008,” jelasnya.

Sertifikat untuk rekor itu  ditunjukkan kepada wartawan. Tertulis dalam sertifikat itu: Of the 44 countries which collectively account for 90 per cent of the world’s forests, the country which pursues the highest annual rate of deforestation is Indonesia with 1,8 million ha ( 4.447.896 acres) of forest destroyed each year between 2000-2005; a rate of 2 per cent annually or 51 km2 (20 miles2) destroyed every day. (gambar diambil dari sini)

(Dari 44 negara yang secara kolektif memiliki 90 persen hutan di dunia, negara yang laju deforestasi tahunan tertinggi di dunia adalah Indonesia, dengan 1,8 juta hektare hutan dihancurkan per tahun antara 2000 hingga 2005. Ini setara dengan kehancuran hutan 2 persen setiap tahun, atau 51 kilometer persegi per hari).

hmmm…suatu prestasi yang sangat memalukan, dimana Indonesia merupakan rumah dari hutan hujan terluas diseluruh Asia. “Sekitar tujuh belas ribu pulau-pulau di Indonesia membentuk kepulauan yang membentang di dua alam biogeografi – Indomalayan dan Australasian – dan tujuh wilayah biogeografi, serta menyokong luar biasa banyaknya keanekaragaman dan penyebaran spesies. Dari sebanyak 3.305 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil yang diketahui di Indonesia, sebesar 31,1 persen masih ada dan 9,9 persen terancam. Indonesia merupakan rumah bagi setidaknya 29.375 spesies tumbuhan vaskular, yang 59,6 persennya masih ada.” (sumber:http://world.mongabay.com/).

Hapsoro menjelaskan, deforestasi (penurunan luas hutan) yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh tiga hal utama. Yakni illegal logging, legal logging, dan kebakaran hutan. “Jelas, selain pembalakan liar, hancurnya hutan karena penebangan yang mendapat izin pemerintah melalui HPH (hak pengelolaan hutan) dan HTI (hutan tanaman industri),” paparnya.

Juru kampanye hutan Green Peace lainnya, Bustar Maitar, menambahkan, deforestasi yang tinggi juga memberikan dampak pada sumbangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang mengakibatkan pemanasan global. Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia penyumbang emisi GRK terbesar di bawah Amerika Serikat dan Tiongkok. Sebesar 25 persen dari emisi GRK disebabkan oleh pembukaan lahan hutan. Jika dibiarkan, lanjut Bustar, dalam waktu 50 tahun hutan di Indonesia akan habis. “Biodiversitas yang kita miliki juga akan hilang secara perlahan,” katanya.

Menurut catatan, prosentase sumbangan pemanasan yang diberikan Indonesia cukup besar. Kontribusi pemanasan global di Indonesia mencapai sekitar 5 persen dari total pemanasan global sedunia. Sedangkan Amerika Serikat, sebagai negara terbesar yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, memberikan sumbangan pemanasan global sekitar 27-30 persen.

Sumbangan pemanasan global, tentu salah satunya dihasilkan dari kondisi lingkungan yang rusak. Pohon habis digunduli. Bukit dan gunung dikelupas, dengan alasan untuk perumahan, pembuatan jalan, perkebunan, pertambangan atau yang lainnnya.

Untuk masalah penebangan hutan di Indonesia info lengkapnya ada disini. Hutan-hutan Indonesia memiliki masadepan yg suram. Walau negara ini memiliki 400 daerah yang dilindungi, namun kesucian dari kekayaan alam ini seperti tidak ada, dengan kehidupan alam liar, hutan, tebing karang, atraksi kultral dan laut yang hangat, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk ekoturisme.

Saat ini perubahan iklim menjadi pembicaraan paling hangat di dunia internasional, artinya perubahan iklim menjadi fenomena yang perlu diperhatikan bersama mengingat dampaknya yang sangat besar bagi masa depan bumi ini. Sayangnya, banyak pihak yang masih belum menyadari hal ini. Untuk itulah menjadi tanggung jawab kita bersama memelihara dan menjaga serta memperbaiki kerusakan-kerusakan yang sudah ada. banyak hal yang bisa kita lakukan untuk itu, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon kembali, serta menghentikan penebangan hutan.

ayooo selamatkan bumi kita

Go Green

~ by wiwin9 on May 10, 2010.

21 Responses to “Indonesia ranking 4 dunia PERUSAK LINGKUNGAN???”

  1. Woooh.. ini tidak lain akibat ulah, tindakan, dan gaya hidup penghuninya, mempengaruhi kerusakan lingkungan. Sudahlah jgn minta disebutkan, kita lihat saja kondisi di sekeliling. Tidak heran jika predikat itu disandangkan ke negara kita. *miris*😦

    Nice posting mba Yu! Mari selamatkan bumi kita. *mbakar sampah di pojokan*

    eh, apa ini juga titipan Boo? bilang bekeng blog sandiri kwa, hayyy. *diasingkan ke hutan*

    yap, betul skali jeung…masih ingat waktu torang ke tobayagan lewati daerah hutan yang so gundul, banyak sabuah2 (doh boleh samdeng gubuk ni kata sabuah) milik masyarakat yang mengambil kayu untuk dijual (illegal loging)…sedih.yah ayo dimulai dari hal2 kecil dulu *baku iko bakar sampah diblakang kantor*, sedikit2 nanam pohon di halamn rumah.
    catet nek:murni dari wiwing ini, trus bacirita deng Boo kong dia kasih artikel tambahan..boleh bagitu???

  2. Prestasi bangsa ini semakin hari semakin terdegradasi dimata dunia..indo merupakan negara kepuluan dan dengan cakupan hutan yang sangat bagus ditambah lagi keanekaragaman hayatinya yang tidak ada di negara lain..mulai dari laut sampai ke teristorialnya..ini menandakan bangsa indo sangat kayak akan ekosistemnya. tapi sangat disayangkan jika melihat capain bangsa ini di mata dunia dengan perusakan hutan paling parah terbesar setelah brazil, us, china.sangat wajar jika prestasi ini dianugrahakn kepada bangsa ini dengan melihat kondisi rel yang terjadi..seperti yang terjadi di hutan kalimantan dengn kerusakan paling parah..setiap 1 menit kerusakan hutan mencapai 10 kali lipat lapangan bola..itu berarti kerusakan sudah tidak bisa di cegah lagi. sementara para pemangku kebijakan hanya diam dan seolah2 tidak tau apa yang sedang terjadi?..well..ini semakin memberikan dampak serius untuk pemanasan global. hasil pertemuan skala international di bali tahun kemarin menjadi sangat kontraditif dengan hasil saat ini. dimana para delegasi dunia memberikan respon yang sangat positif bagi bangsa ini karena memiliki hutan yang sangat bagus dan masih alamia oleh karenanya negara2 maju yang memiliki kontribusi perusak lingkungan memberikan dana yang sangat banyak untuk menjaga hutan di Indonesia sebagai bentuk kompensasi negara maju untuk bangsa ini. melalui mekanisme REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation)indonesia melalui komitmen dari Presiden SBY dihadapan para delegasi dunia sudah berkomitmen akan mengurangi emisi 26 persen dan sebagian besar berasal dari sektor kehutanan. ironisnya ini sangat bertolak belakang dari hasil rekor dunia yang dicapai bangsa ini..

    capaian ini sangat kontras dengan hasil capaian tiwi saat ini..melalui mekanisme bloger sudah memberikan kontribusinya akan kepedulian terhadap lingkungan..teruskan kampanye lingkungannnya semoga para teman2 yang melihat dan sempat membaca blog ini akan tergugah hatinya untuk melakukan hal positif buat lingkungan..salam wiwin.

    buat yuyun:so ada blog tapi ngk sempat ngisi..lain kali aja..

    salam wiwin

  3. Info REDD
    REDD

    Apakah perubahan iklim itu?
    Adalah Panel Antar pemerintahan PBB tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang berhasil meyakinkan negara-negara di dunia lewat fakta-fakta ilmiah hubungan antara aktivitas manusia dengan pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim (man-made climate change), setelah beberapa lama hanya dianggap sebagai hipotesa belaka. Keberhasilan dalam peningkatan kesadaran ini, yang sekaligus memberikan dasar bagi upaya solusinya, mengantarkan IPCC menerima Hadiah Nobel Perdamaian bersama Al Gore pada 2007.[i]

    Beberapa dampak perubahan iklim yang mungkin timbul di antaranya:
    peningkatan suhu, suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0,3 derajat Celsius pada seluruh musim terutama sejak 1990;
    peningkatan intensitas curah hujan, di Indonesia curah hujan per tahun diperkirakan meningkat 2-3% di seluruh Indonesia, dalam periode yang lebih pendek tetapi meningkatkan resiko banjir secara signifikan;
    ancaman terhadap ketahanan pangan pada bidang pertanian;
    naiknya permukaan air laut yang akan berakibat pada tergenangnya daerah produktif pantai seperti pertambakan ikan dan udang, produksi padi dan jagung;
    air laut bertambah hangat, yang berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati laut dan terlebih pada terumbu karang yang sudah terancam (coral bleaching);
    merebaknya penyakit yang berkembang biak lewat air dan vektor seperti malaria dan demam berdarah.

    Penyebab dari pemanasan global dan perubahan iklim akibat aktivitas manusia ini terutama berasal dari aktivitas industri dan perusakan hutan dan perubahan tata guna lahan. Dalam diskusi politik antar negara (internasional) dalam mengatasi masalah ini, ada pihak penghasil emisi dan pihak penyerap emisi. Negara-negara penyerap karbon yaitu pemilik hutan yang kebanyakan merupakan negara-negara berkembang akan berusaha mencoba menjaga lahannya, dan sebagai kompensasinya negara penghasil emisi yang umumnya negara-negara industri akan membayar apa yang telah mereka keluarkan. Yang menjadi masalahnya yaitu bagaimana menghargai nilai karbon itu.[ii] Inilah ide dibalik skema REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).

    Pencegahan penggundulan dan perusakan hutan (deforestation and forest degradation)
    Hutan tropis menutupi sekitar 15% permukaan darat bumi, dan mengandung sekitar 25% carbon dalam biosfir daratan. Saat ini hutan-hutan tersebut semakin berkurang luasannya dimana sekitar 13 juta hektar/tahun alihfungsikan menjadi peruntukkan lain. Akibatnya meningkatkan emisi gas-gas penyebab efek rumah kaca di atmosfir terutama karbon. IPCC memperkirakan emisi karbon dari deforestasi hutan tropis pada tahun 1990-an yaitu 1,6 miliar ton karbon per tahun sebanding 20% dari emisi karbon secara global.

    Sekilas REDD
    Pencegahan deforestasi (avoided deforestation) menjadi isu utama dalam percaturan politik internasional dalam mengurangi pemanasan global. Isu ini pertama kali muncul pada Conferences of the Parties (COP) ke-11 untuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Montreal 2005. Papua New Guinea dan Costa Rica yang didukung oleh delapan Pihak yang tergabung dalam Coalition for Rainforest Nations (CfRN) mengajukan proposal tentang insentif untuk pencegahan deforestasi atau dikenal dengan Reducing Emissions from Deforestation in Developing Countries (RED).

    RED ini kemudian menjadi agenda COP ke-11. COP ke-11 mengundang para Pihak dan peninjau terakreditasi (accredited observers) seperti NGOs, untuk mengajukan pandangan-pandangannya kepada Subsidiary Body on Scientific and Technical Advice (SBSTA) tentang RED dalam proses selama dua tahun untuk disepakati pada COP ke-13 di Bali. Diharapkan pada COP ke-15 pada Desember 2009 di Copenhagen dapat disepakati mengenai modality, aturan dan prosedur implementasi RED.
    Proposal-proposal yang diajukan meliputi:
    hal-hal yang berkaitan dengan saintifik, teknik dan metodologi (scientific, technical and methodological issues);
    informasi dan pengalaman-pengalaman mengenai pendekatan kebijakan dan insentif-insetif positif (information and experiences on policy approaches and positive incentives).

    The Stern Review on Climate Change merupakan salah satu yang menarik perhatian dunia. Laporan yang ditulis oleh Sir Nicholas Stern untuk Ministry of Finance, Inggris itu menggarisbawahi bahwa pencegahan deforestasi harus menjadi bagian dari setiap perjanjian iklim pasca Kyoto dan skema percontohan harus segera dimulai sesegera mungkin. Ada tiga proposal yang diajukan oleh negara-negara para Pihak (Parties) dan NGOs yang memasukan emisi dari deforestasi (RED), deforestasi dan degradasi (REDD) atau deforestasi, degradasi dan enhancement (REDD+).

    REDD di Indonesia (REDD-I)
    Brazil dan Indonesia adalah dua negara teratas dalam hal berkurangnya hutan per tahun masing-masing 1,87 juta ha/tahun. Indonesia menyumbang sekitar 22,86% dari luasan hutan di 10 negara berkembang. Indonesia dikategorikan sebagai negara ketiga emisi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina, akibat dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Jika kebakaran hutan dan gambut dikeluarkan Indonesia berada dalam ranking ke 21. Kajian tentang efek kebakaran hutan dan lahan gambut pada 1997 memperkirakan sekitar 0,81-2,57 Gt karbon dilepaskan ke atmosfir yang menyumbang sekitar 13-40% emisi global tahunan yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.[iii]

    Indonesia termasuk negara pendukung REDD, karena skema ini tidak hanya melakukan perlindungan terhadap hutan-hutan yang ada dari deforestasi, tetapi juga memperbaiki hutan yang terdegradasi. Negara lain hanya membatasi skema deforestasi saja (RED) dengan alas an sukar untuk mengukur laju degradasi, dan bagaimana menilai keuntungan dari upaya restorasi hutan.[iv]

    Manfaat bagi Indonesia
    Karena deforestasi dan degradasi hutan menghasilkan emisi CO2, Indonesia memiliki manfaat yang potensial dari REDD. Potensi nilai kredit karbon di Indonesia sangat besar. Tetapi perhitungannya sangat bervariasi karena banyaknya ketidakpastian tingkat berkurangnya hutan dan nilai-nilai yang mungkin tercakup dalam emisi karbon. Dengan cara membagi dua rata-rata tahunan laju kehilangan hutan di Indonesia antara 2000 dan 2005, perkiraan nilai karbon kreditnya berkisar antara ,5 sampai ,5 miliar per tahun. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan anggaran belanja negara tahunan dari Departemen Kehutanan. Hal ini memperlihatkan insentif ekonomi untuk menciptakan pendekatan-pendekatan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi pemanfaatan sumber daya hutan.

    Inisitiatif Indonesia
    Untuk menghadapi COP ke-13, Indonesia membentuk Indonesian Forest Climate Alliance (IFCA) pada Juli 2007. Aliansi ini merupakan suatu forum komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi sekelompok ahli yang bergerak di bidang kehutanan dan perubahan iklim di Indonesia, terutama untuk menganalisa praktek skema REDD di Indonesia. Dikoordinatori oleh Departemen Kehutanan, IFCA beranggotakan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, lembaga-lembaga saintifik dan mitra internasional. IFCA ini didukung oleh pemerintah Australia, Jerman dan Inggris di bawah koordinasi World Bank. Lembaga-lembaga lainnya yang berkontribusi yaitu dari CIFOR dan ICRAF, The Australian Greenhouse Office, Australian National University, Winrock Internationa, World Resource Institute, URS, Ecosecurities, The Nature Conservancy, WWF, Sekala dan Wetlands International.[v]

    Apa Tindak lanjut COP 13 untuk REDDI?
    Indonesia melalui IFCA telah menetapkan Road Map REDDI yang terbagi ke dalam 3 fase:
    Fase Persiapan/Readiness (tahun 2007/sebelum COP-13) untuk penyiapan perangkat metodologi/arsitektur dan strategi implementasi REDDI, komunikasi/koordinasi/konsultasi stakeholders, termasuk penentuan kriteria untuk pemilihan lokasi pilot activities,
    Fase Pilot/transisi (2008-2012): menguji metodologi dan strategi, dan transisi dari non-market (fund-based) ke mekanisme pasar (market mechanism), dan
    Fase Implementasi penuh (dari 2012 atau lebih awal tergantung perkembangan negosiasi dan kesiapan Indonesia, dengan tata cara (rules and procedures) berdasarkan keputusan COP dan ketentuan di Indonesia.

    Departemen Kehutanan berharap bahwa proyek percontohan (demonstration activities) dapat dilaksanakan antara tahun 2008 dan 2012, untuk mendapatkan proses pembelajaran sebelum REDD dilaksanakan sebelum perjanjian pasca Kyoto dilakukan. Proyek-proyek ini dilakukan dalam skala nasional, provinsi, kabupaten dan lokal.

    waww tambahan info yang sangat bermanfaat.. makasih win.ayo coba mengkampanyekan ini di blog,…

  4. Indonesia memang parah ya mbak.😆

    miris… 😦

  5. Ehmm bagi diriku yang awam.. memang kerusakan di Indonesia memang parah😦

    namun 4 negara itu adalah 4 negara yang luas akan hutannya dulu… jadinya ya kehitung besar…..

    Ingat kerusakan hutan… jadi ingat banjir yang akan melanda :((

    yaap benar mbak, indonesia adalah rumah dari hutan hujan terluas di asia.sayang skali semakin hari luas hutan semakin berkurang,..😦😦 semoga bisa memberikan kesadaran akan kelestarian lingkungan buat kita semua mbak biar terhindar dari bencana alam

  6. Indonesia banyake mnyandang rekor2 buruk dalam hal lingkungan hidup. Hutannya, polusi udaranya, kerusakan terumbu karang, hingga abrasi pantai.
    Sebuah Taman Nasional dan Hutan Lindung yang de yure dilindungi Undang2 saja tidak luput dari kerusakan.
    mari galakkan kesadaran kita dalam menyelamatkan lingkungan hidup, apalagi ketika tahun 2010 ini dicanangkan oleh PBB sebagai International Year of Biodiversity

    😦😦😦 ayooo selamatkan lingkungan kita🙂

  7. Kapan ya Indonesia bisa menyandang gelar yang terbaik mbak?

    banyak juga kok gelar yang terbaik yang disandang negara kita🙂 hanya untuk masalah lingkungan gak tau kapan mas. yang ada malah masuk buku rekor dunia untuk laju kerusakan hutan😦😦

  8. sampai kapan insan indonesia kan sadar lingkungan,win9?

    entahlah mbak, semoga musibah yang sudah menimpa sebagian daerah kita bisa membuka mata insan indonesia untuk peduli dan sadar akan lingkungan sekitar kita

  9. hem …
    gimana ya?
    banyak orang ga nyadar kalau sedang menabur bencana dan kita lah yang jadi korbannya ,,,

    iya bener banget😮😦

  10. Gerakan one man one tree itu keknya belum cukup ya.. mestinya one man one hundred trees…😀

    Nice post mbak!

    yaa lebih banyak pohon lebih bagus😛 , thx gan

  11. Selalu ada waktu untuk mengembalikan lingkungan kita…

    Go Greeneration…!!!

    Salam kenal😀

    yap belum terlambat untuk memperbaiki semuanya
    Go Greeneration
    😉

  12. Mbak Wiwing,
    Saya prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini. Tak ayal kalo Indonesia yang tropis dan secara global ini subur ternyata sekaligus menjadi potensi terbesar ke empat perusak lingkungan dunia

    iya mas, sedih melihat kondisi lingkungan kita saat ini…. semoga kita bisa memperbaiki perlahan2 dimulai dari diri kita sendiri walaupun kecil 🙂

  13. kerusakan didarat dan dilaut adalah karena tangan2 manusia,
    alam marah, saling menyalahkan orang lain…, hormatilah alam maka alam akan berbaik hati memberikan manfaatnya,,,

    salam hijau🙂

    yap bener mas, dimulai dari diri sendiri belajar untuk menghormati dan menjaga alam ini🙂
    go green

  14. biarin lah jd perusak lingkungan..??

    asal jangan perusak rumah tangga orang aja ya..??

    hahahaha…

    perasaan ini kan blog bukan infotainment..!!

    heheh… wahhh gubrag..!!

    stop!!!!!DISINI bukan infotainment,…hehehhe ya ya ya akan lebih baik lagi kalo tidak dua-duanya😛

  15. wah napa ya, giliran prestasi yang jelek2 aja negara kita pasti peringkat lima besat.. ckckck..

    iya nih😦 sedih juga mendengarnya

  16. Hanya bisa menggelengkan kepala tahu indonesia seperti ini

  17. […] hutan yang terjadi di Indonesia dimana Indonesia menempati peringkat ke 4 dunia perusak hutan (indonesia ranking 4 dunia perusak lingkungan), tapi kali ini aku gak akan membahas tentang kerusakan hutan lagi. Lebih ke apa aja yang dilakukan […]

  18. miris memang,
    tapi sistem di negara kita malah mendukung pengrusakan itu sendiri
    jadi pengsurakan itu sekarang legal dan dilindungi

    coba aja baca, dimana logikanya penambangan dibolehkan di hutan lindung ? itu cuma secuil aturan

    sedih lah pokoknya😐

  19. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…sepertinya pemerintah dan warga masyarakat kurang perduli terhadap lingkungan alam. Dan juga perusahaan – perusahaan nakal yang membuang limbah sembarangan yang dapat merusak alam merusak alam sekitarnya…ini saya lihat dari lingkungan daerah tempat saya tinggal di daerah Medan Sumatera Utara…subhanallah apakah mereka sudah lupa akan sunnah Nabi Muhammad tentang menjaga lingkungan alam..waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

  20. go green Indonesia

  21. Da kommen manche Nachrichten nicht schnell genug an und dann fangen alle Leute an, noch
    mehr Nachrichten zu schicken.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: