Sandi Wedhus, kopi dan rokok


Ckckckckckckck…..masih belum habis rasa heran,takjub,miris setelah membaca kisah si bocah cilik Sandi Wedhus dengan kebiasaannya menghisap rokok di usia Balita..Sandi bocah  yang berusia belum genap 4 tahun ini gak bisa di pisahkan dengan dua benda bernama kopi dan rokok (itu benda ya), bocah balita yang harusnya masih minum susu, makan makanan bergizi untuk pertumbuhannya, malah minum kopi plus ditemani sebatang rokok setiap pagi harinya setelah bangun tidur. Setiap paginya setelah bangun tidur sandi meminta disediakan kopi ama rokok,..wawww…aku membayangkannya seorang pria dewasa yang sebelum memulai pekerjaannya di pagi hari minum segelas kopi+rokok+koran 1 paket tuh,eh tapi kok di benakku yang terbayang lebih dominan malah mirip sopir truk ya?????xixixixixi… Parahnya lagi Sandi juga minum minuman keras,duhhhh…kalo kamu saat membaca artikel ini ngebayanginnya seperti apa???suka-sukamulah,heheheh..berikut artikel lengkapnya…

Rabu, 30 Desember 2009 | 06:42 WIB

MALANG, KOMPAS.com – Melihat pipinya yang tembem dan badannya yang gendut seperti pesinetron dan bintang iklan berusia bawah lima tahun (balita), Baim, tentu bisa menggemaskan banyak orang. Pipi tembem dan tubuh gendut ini juga dianugerahkan Sang Khalik kepada balita Sandi Adi Susanto yang kini tinggal di Jl Nusakambangan 19C, Kota Malang.

Apabila balita ini diam dan tertidur, orang yang melihat dapat dipastikan juga akan merasa gemas dengan bocah ini. Apalagi, omongannya begitu tegas dan blak-blakan apa adanya.

Namun, bocah yang lahir pada 18 Februari 2006 ini berbeda dengan balita pada umumnya. Kalau balita lain kebanyakan senang mengisap jempol tangan dan oleh orangtua dijauhkan dari hal yang dapat menyebabkan sakit, justru Sandi sangat senang mengisap rokok. Malahan Sandi juga sering diajak sejumlah pemuda untuk minum minuman keras (miras).

Di usianya yang belum genap 4 tahun, Sandi juga lihai mengomongkan hal-hal berbau seks maupun pornografi yang merupakan konsumsi bahan pembicaraan orang dewasa. Sandi juga ’fasih’ mengucapkan kata-kata kotor. Seperti layaknya orang dewasa, Sandi tidak cadel.

Semula Surya tak menyangka balita ini mempunyai perilaku seperti ini. Ketika duduk di atas jok sepeda motor sambil dipegangi seorang juru parkir (jukir) di depan Gedung Gajayana Jl Nusakambangan, Selasa (29/12), Sandi tampak seperti kebanyakan balita lain yaitu bocah kecil yang menggemaskan. Setelah mendapat informasi bahwa balita itu merupakan perokok berat dan sering diajak menenggak miras, barulah Surya menyapanya.

Ditanya siapa namanya, balita itu dengan tegas menjawab Sandi Macan. Namun, beberapa saat kemudian dia mengubah namanya menjadi Sandi Wedhus. Sandi mengaku berusia tiga tahun. Sandi juga menceritakan sejumlah merek rokok yang disukai. ”Rokok ini enak sekali,” kata Sandi sambil mengisap dalam-dalam asap rokok merek tertentu.

Balita ini juga mengaku biasa diajak menenggak minuman beralkohol bersama teman-temannya yang sudah dewasa. Namun, menenggak miras ini tak diketahui langsung orangtuanya yaitu pasangan suami istri (pasutri) Mulud Riadi (47), dan Mujiati (41). Sandi adalah anak keempat mereka. Meski begitu, Sandi sering bercerita kepada orangtuanya kalau dia sering diajak menenggak miras dan mengeluh dadanya sesak dan kepalanya pusing.

Sandi selama ini memang tak pernah bermain dengan bocah-bocah sebayanya. Dia lebih memilih bermain dengan orang dewasa. Informasinya, pernah Sandi diajak bermain panjat pohon dengan bocah sebayanya. Begitu teman-temannya berada di atas pohon, Sandi menegurnya dengan kata-kata kotor. Tentu saja teman-temannya ketakutan.

Sejumlah jukir yang siang itu berada di depan Gedung Gajayana membenarkan jika Sandi perokok berat. Namun soal berapa batang atau berapa bungkus yang dihabiskan tidak ada satupun yang bisa memastikan, alias tidak bisa menghitung. Bagaimana tidak, tiap kali ada orang di dekatnya membawa rokok, Sandi selalu minta sebatang dan langsung disedot.

Meski perilaku dan omongan Sandi seperti itu, para jukir sangat menyayangi dan selalu menjaga. Bahkan, para jukir itu rela memandikan dan menceboki apabila Sandi buang air besar.

Tampaknya, hidup Sandi lebih banyak dihabiskan dengan teman-temannya di pinggir jalan ketimbang di pelukan kedua orangtuanya. Sang ayah, Mulud Riadi sibuk mencari uang untuk mempertahankan kepulan asap dapur sebagai tukang bangunan dari pagi hingga petang. Sedangkan Mujiati menghabiskan waktu di rumah orang lain yang harus dijaganya dari pukul 08.00 WIB hingga malam. Paling cepat pukul 22.00, Sandi kembali ke pelukan mereka.

Seorang pedagang rokok yang kiosnya berada di depan Gedung Gajayana, Ny Rebo, mengungkapkan, Sandi memang suka merokok. Selama ini dia tak pernah membeli dengan uangnya sendiri. Biasanya Sandi dibelikan rokok oleh teman-temannya yang telah dewasa.

Keren kan gayanya Sandi???

****

Perhatian,pendampingan,pengetahuan yang baik dari orangtua yang sangat berpengaruh untuk Balita diusia seperti Sandi. Sudah menjadi kewajiban para orangtua untuk mendampingi anak-anaknya memberikan yang terbaik buat si anak ,.



~ by wiwin9 on December 30, 2009.

11 Responses to “Sandi Wedhus, kopi dan rokok”

  1. astapilooh.. gebrak-gebrak meja 99x… semoga kita p anak nda terlantar bgtu…

    boleh do’ kang Win… oh Gusti Allah, kalo so nda mampu jaga deng didik anak lebe bae bawa ka panti asuhan jo kasiang.. nda dapa bayangkan mo jadi bgmana ni anak basar nae…

    No apaaa dang,..mudah2an torang pe anak2 nanti ndak bagitu…yang pasti ni anak basar kamari jadi preman..hehehehe, tapi torang doakan semoga itu ndak terjadi…amin amin amin

  2. Assalaamu’alaikum

    Salam kenal wiwin9. terima kasih sudah berkunjung ke Malaysia. kasihan itu anak sudah dilingkungi keluarbiasaan yang tidak enak tabiatnya. Mudahan ada ruang keinsafan dan pembelajaran bagi dirinya apabila beranjak dewasa agar terurus dengan jalan hidup yang benar.

    Laman Wiwin9 juga sudah Umi tautkan ke ruang Menuju Dunia Sahabat di laman Umi. Mudahan silaturahminya terjalin erat.Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak, Malaysia.

    </waalaikumsalam umi..sama2 umi makasih juga dah luangkan waktunya berkunjung disini,..iya umi ngeri tadi waktu ngebacanya.iya semoga jadi pembelejaran bagi dirinya..amin amin amin…
    terimakasih cek gu..eh umi hehehe jadi ingat filmnya upin dan ipin..salam hangat dari manado,sulawesi utara, Indonesia
    .

  3. Walah, saya yakin si Sandi itu sudah mengidap kelainan pencernakan mbak Wiwin.😆

    😀 iya mas bukan itu aja tapi borongan kelainannya,hehehehe. makasih dah berkunjung

  4. Kasihan yah, kecil2 sudah jadi jagoan, yang keterlaluan ya org2 dewasa itu, kok dibiarkan saja…
    Mudah2an ini tidak menjadi pemandangan umum di banyak tempat…
    Save The children…

    betul..betul..betul…iya mas semoga ini jadi pelajaran buat kita yang akan dan sudah menjadi orang tua

  5. Malam Mba Win9..😀 terima kasih sudah mampir di blog saya

    huffhhh..*menarik nafas panjang setelah membaca tuntas* sebenarnya saya juga heran, kenapa bocah seusia sandy harus menjalani hal-hal serupa disini bukan hanya pemberi Miras ataupun rokok saja yg patut disalahkan, melainkan peran serta orang tua pun harus ada, seperti ketika dia mengeluh atau bercerita tentang perilaku sianak sehari-harinya, seharusnya mereka sudah mengambil tindakan atau sikap tegas dan lugas untuk lebih mendidik nya sejak dini lagi. Terlebih sandy sudah fasih mengucap & mengetahui hal-hal yang berbau pornografi Subhanallah terkutuk orang yang menjerumuskan balita ini😥

    selamat malam & selamat beristirahat

    -salam- ^_^

    Terimakasih kunjungan baliknya..iya nih semoga orangtuanya segera sadar dan bisa mendidik dan membawa sandy ke yang lebih baik hingga besar nanti…
    pstt…blognya ditauntkan ke blog ini ya,semoga di izinkan.. ;))

    salam

  6. Aaarrrghhhh !!!
    Mohon maaf …
    Saya tidak membenci perokok …
    Namun anak sekecil itu merokok … sungguh bukan pada tempatnya
    Bagaimanapun ini pembiasaan dari lingkungan disekitarnya …

    Miris …

    bener om..sedih banget anak sekecil itu sudah jadi perokok berat + hal2 lain yang hanya dilakukan orang2 dewasa

  7. Miris!

    banget

  8. Astagfirullah….g mana nee…siapa yg membatasi tingkah si kecil yg tak tau menau dampaknya?…org disektrnya malah mentertwakan & menyemangati keburukan si kecil….*cuma ada di Indonesia

  9. lucu, tembem. sayang salah lingkungan

  10. amit2 jabang weduz.. Smga ank2 ku tdk spt sandy..
    yang baju kuning itu sp ya? Ap orng yg ‘bikin sandy RUSAK?’… Kl bnr kok bangga bnget nampang gt.. Ih,g malu!!!!!!!!

  11. Ya ALLAH….Ampunilah Dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: